PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA APARATUR PADA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUMEDANG
Keywords:
Kepemimpinan, Kompetensi, Kinerja Aparatur, Sekretariat Daerah, Pemerintah DaerahAbstract
Kinerja aparatur di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang merupakan faktor krusial dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Namun, hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa sebagian aparatur belum menunjukkan performa kerja yang optimal, yang terlihat dari lemahnya pengendalian, rendahnya efektivitas komunikasi, serta ketidaktepatan dalam pengambilan keputusan. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya penguatan pada faktor internal organisasi, khususnya aspek kepemimpinan dan kompetensi aparatur yang diduga menjadi variabel signifikan dalam memengaruhi kinerja. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh kepemimpinan dan kompetensi terhadap kinerja aparatur baik secara parsial maupun simultan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana dan berganda, serta didukung oleh pengolahan data kuisioner menggunakan SPSS versi 25. Sampel penelitian sebanyak 65 aparatur ditentukan melalui metode sensus, sehingga seluruh populasi terwakili secara menyeluruh. Variabel kepemimpinan diukur melalui indikator kemampuan pengambilan keputusan, komunikasi, pengendalian dan motivasi, sedangkan kompetensi diukur berdasarkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Adapun kinerja aparatur dianalisis melalui indikator kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, serta kemampuan bekerja sama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur, yang tercermin dari nilai signifikansi 0,000 dan kontribusi determinasi (R²) sebesar 0,312. Hal ini berarti semakin baik pola kepemimpinan yang diterapkan, semakin tinggi pula kinerja yang dapat ditunjukkan oleh aparatur. Kompetensi juga terbukti berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 serta R² sebesar 0,560, menunjukkan bahwa kemampuan teknis dan non-teknis aparatur merupakan faktor dominan yang menentukan keberhasilan mereka dalam menjalankan tugas. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap kinerja aparatur, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,000 dan R² sebesar 0,707. Temuan ini mengindikasikan bahwa 70,7% variasi kinerja aparatur dipengaruhi oleh kepemimpinan dan kompetensi, sedangkan selebihnya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja aparatur tidak dapat dilepaskan dari upaya penguatan kompetensi serta penerapan kepemimpinan yang efektif. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas aparatur, pembenahan pola komunikasi, peningkatan kualitas supervisi, serta konsistensi dalam implementasi prinsip-prinsip kepemimpinan perlu menjadi prioritas strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan tugas di Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang


