PENGARUH IMPLEMENTASI INTEGRASI LAYANAN PRIMER TERHADAP KUALITAS PELAYANAN RAWAT JALAN DI KLASTER 3 PUSKESMAS TANJUNGSARI SUMEDANG
Keywords:
Budaya Kerja, Lingkungan Kerja, Kinerja PegawaiAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap kualitas layanan rawat jalan
yang belum optimal di UPTD Puskesmas Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Tujuan utama
penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penerapan Kebijakan Integrasi Layanan Primer
(ILP) terhadap kualitas layanan rawat jalan Klaster 3. Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan studi pustaka. Populasi
penelitian terdiri atas 544 pasien dan staf yang terlibat dalam layanan ILP Klaster 3, dengan teknik
proportional stratified random sampling untuk menentukan 84 responden. Analisis data dilakukan
menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antara penerapan kebijakan dan
kualitas layanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan ILP berada pada kategori cukup
baik, demikian pula kualitas layanan rawat jalan Klaster 3 termasuk dalam kategori yang sama.
Secara khusus, penerapan kebijakan ILP memberikan kontribusi sebesar 34,8% terhadap variasi
kualitas layanan, sedangkan faktor eksternal lainnya menyumbang 65,2%.
Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan yang terstruktur dengan baik, didukung oleh
komunikasi yang efektif, ketersediaan sumber daya yang memadai, serta tenaga kesehatan yang
kompeten, dapat secara signifikan meningkatkan kualitas layanan rawat jalan dan kepuasan pasien.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya berkelanjutan untuk mengoptimalkan kebijakan
integrasi layanan berperan penting dalam meningkatkan penyelenggaraan pelayanan kesehatan di
pusat layanan primer.
Downloads


